Happy Independence Day Indonesia

     Happy Independence Day Indonesia, semoga semakin subur dan makmur, semakin berkembang dan menghasilkan generasi penerus yang mampu mengharumkan negara dimata dunia.

     Bicara tentang kemerdekaan, apakah Indonesia sudah merdeka ? Ada dua jawaban dari sudut pandang yang berbeda. Secara teori, tepat pada hari ini Indonesia telah merdeka selama 71 tahun, terbebas dari jajahan negara mana pun yang dulu menduduki Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia bebas bekerja, belajar, berkumpul, bebas berkomunikasi dan mengajukan pendapat, bebas untuk menuntut haknya karena semua rakyat Indonesia dilindungi oleh Hak Asasi Manusia (HAM). 

     Tapi secara materi, keuangan Indonesia sedang terbaring lemah, hutang negara yang semakin meningkat, tingkat pengangguran yang tidak berkurang, rakyat miskin masih banyak yang terlantar, masih kurangnya kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tapi apakah dengan begitu kita bisa menyalahkan negara ? 
     Tentu saja tidak. Ketika negara kita sedang terpuruk, ketika negara kita sedang terjatuh, kita tidak bisa menyalahkan negara sebagai penyebab itu semua. Negara sudah cukup memfasilitasi semua rakyat dengan adanya wilayah yang memiliki batasan-batasan yang jelas dan resmi yang menjadi tempat tinggal rakyat Indonesia. Adanya pengelolaan sumber daya alam, adanya pembangunan jalan, pemasangan listrik dan air, jaminan kesehatan, jaminan keamanan, bantuan bagi rakyat miskin itu juga merupakan fasilitas yang diberikan negara kepada kita semua. Pertanyaan yang tepat bukan apa yang diberikan negara kepada kita, tetapi apa yang telah kita berikan kepada negara.

     Saya baru saja mendiskusikan hal ini dengan teman saya. Menurut pendapat dia, "Gak harus jadi besar dulu untuk berbakti ke negara, tapi lakukan secara total pada pekerjaan masing-masinga."

     Dan saya setuju sama pendapat dia, berbakti kepada negara itu tidak harus ketika sudah menjadi orang besar, sudah sukses dan kaya raya. Berbakti kepada negara cukup dengan melakukan kewajiban sesuai dengan aturan yang berlaku, barulah menuntut haknya setelah itu. Kenapa seperti itu ?

     Karena Indonesia terpuruk akibat tangan-tangan jahil manusia yang melanggar aturan dan memanipulasinya sehingga kejahatannya tersebut tersamarkan. Seperti halnya para koruptor yang menghabiskan uang negara hanya untuk dirinya sendiri, sampai akhirnya hutang negara kita semakin meningkat. Jadi yang sebenarnya patut disalahkan sebagai penyebab terpuruknya Indonesia adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab  seperti mereka.

     Oke cukup, bukan Maisa kalo selalu serius. Ngomong-ngomong soal hari kemerdekaan, kita harus bersyukur karena memiliki pahlawan-pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Hayo kalian pada hapal gak siapa aja pahlawan kita ? 
Pangeran Diponogoro, Imam Bonjol, Pangeran Antasari,Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, Kapten Pattimura. Nah apalagi Kapten Pattimura, beliau bahkan masih berjuang sampe sekarang berjuang untuk mempertahankan posisi keuangan dompet anak kos akhir bulan, sungguh mulia sekali beliau ini. Ibarat awal bulan Kapten Pattimura masih ngusung pedang, diakhir bulan Kapten Pattimura ngusung bendera putih,"Aku menyerah mas, aku menyerah".
     Yak lanjut, ada siapa lagi pahlawan kita ? Sultan Hasanuddin,Sisingamangaraja, Teungku Chik Di Tiro, Teuku Umar, Teuku Wisnu, ehh -_-"

     Apalagi yang berkaitan sama peringatan hari kemerdekaan ? Wohooo tepat ! Lomba 17 Agustus atau nama bekennya Lomba 17an. Ini bener-bener lomba yang asyik ya, cuma ditemuin pas 17 Agustus doang, 17 Mei mah gak ada. Ada Lomba makan karung, balap krupuk wehh kebalik. Balap karung, makan krupuk, panjat pinang, tarik tambang, tarik abang abang, halahh. Ada juga lomba masukin paku ke dalam botol. Ini lomba rame banget sumpah ! Di mana pinggang kita diikat tali rafia panjang yang ujungnya diikat paku menjuntai yang di bawahnya udah tersedia botol kaca. Biasanya lomba ini berlaku untuk anak kecil. Kenapa orang tua gak ? Karena lomba ini posisinya bediri kagak, jongkok juga kagak, jadi tengah-tengah. Kalo pas banyak angin, itu paku bakal goyang mulu, setengah jam bisa encok kalo orang tua lomba beginian. Nah adanya lomba ini untuk melatih konsentrasi, tapi anak kecil biasanya suka gak sabaran. Begitu udah berhasil masuk, wuhh langsung jingkrak-jingkrak, gak sadar kalo pakunya keluar lagi. Dan biasanya anak kecil kalo berhasil, kalo seneng suka dilakukan berulang-ulang. "Ayo lomba lagi, ayo !". Takutnya kalo udah kayak gini yang kasian abang-abang kuli bangunan. Ntar pas mau maku, paku diambil sama anak kecil dimasukin ke botol. Mau maku lagi, diambil lagi sama anak kecil. Trus trus trus begitu, abang-abang kuli bangunannya dipecat, soalnya bangunannya gak jadi-jadi, atapnya bisa terbang, gak ada pakunya.


       Oke sekian terima kasih, malam ini cukup sekian edisi 17 Agustus 2016

0 komentar